Allahu Akbar Artinya – Kebanyakan orang pasti sering mendengar lafadz Allahu Akbar (اللهُ أَكْبَرُ), namun mungkin sebagian orang masih belum tahu arti lafadz Allahu Akbar, dimana kalimat Akbar atau Kabir yang merupakan salah satu dari 99 Asmaul Husna.

Bagi sahabat – sahabat yang beragama islam pasti paham, jika dikumandangkan kalimat Allahu Akbar artinya sudah masuk waktu sholat lima waktu atau saat akan melaksanakan sholat maktubah.

Namun bagi sahabat-sahabat yang masih belum tahu dan paham arti Allahu Akbar, berikut kami jelaskan secara rinci dan jelas. Sahabat juga bisa cek kumpulan kaligrafi Allahu Akbar setelah membaca tulsai ini.

Selain itu kami juga akan sedikit menjelaskan keutamaan serta waktu yang tepat untuk mengumandangkan kalimat takbir (Allahu Akbar) yang tepat sesuai dengan ketentuan agama islam.

Allahu Akbar Artinya ? Berikut Penjelasnnya

Lafadz Allahu Akbar artinya adalah Allah Maha Besar, yang merupakan gabungan dari dua kata bahasa Arab Allah (اَللَّٰهُ) dan Akbar (أَكْبَرُ) berasal dari kata Kabaro (كبر) yang artinya besar atau agung.

Lafadz Allah (اَللَّٰهُ) kedudukannya sebagai Mubtada maka i’robnya (Harokat akhir kata) dibaca dhammah, sedangkan lafadz Akbaru (أَكْبَرُ) kedudukannya sebagai Khabar yang berupa Na’at (Sifat), dan harus dibaca Dhomah.

Bacaan Takbir atau Allahu Akbar merupakan kalimat thoyibah sebab maknanya menunjukkan kebesaran Allah Swt.

Sehingga setiap hamba yang mengucapkan lafadz tersebut telah meyakini bahwa tidak ada yang lebih besar dan agung daripada Allah Swt.

Selain itu lafadz tersebut mengajarkan kepada manusia, hakikatnya segala sesuatu akan terlihat kecil dihadapan keagungan Allah, walaupun terlihat besar di mata makhluk.

Karena hanya kepada-Allah lah kita harus merendah, menghamba, bersujud dan taat kepada setiap perintah dan kuasaNya.

Kedudukan dan Makna Kalimat Allahu Akbar

Kalimat Takbir memiliki kedudukan yang tinggi, karena maknanya yang luhur, dan mulia, terbukti takbir selalu dilafalkan saat akan melaksanakan sholat dan bahkan menjadi salah rukun sholat.

Tokoh Islam Ibnu Qayyim dalam kitab Ash-Shalat, ia berkata, “Tidak ada yang lebih bagus daripada keberadaan takbir sebagai pengharam bagi shalat,”

Syaikh Abdurrazaq dalam bukunya menjelaskan maksud dari ucapan Ibnu Qayyim, bahwasanya pengharaman shalat tidak terjadi kecuali dengan takbir.

Hal ini mengindikasikan bahwa kedudukan takbir dalam shalat adalah yang paling utama, sehingga sholat merupakan perincian dari takbir yang merupakan pengharam baginya.

Waktu Tepat Mengucapkan Takbir

Ada beberapa waktu anda harus mengucapkan kalimat takbir baik, tidak hanya dalam waktu shalat maupun berdzikir.

Kita sangat dianjurkan mengucapkan takbir dalam segala situasi dan kondisi, terkhusus saat sedang merasakan kebesaran Allah swt, atau dalam keadaan marabahaya.

Selain itu dalam momen-momen besar seperti Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Idul Fitri, kita juga dianjurkan untuk melantunkan kalimat takbir.

Syaikh Abdurrazaq dalam kitabnya adz-Dzikru wa ad-Du`a` fi Dhau`il Kitab wa as-Sunnah menerangkan bahwa bacaan takbir disyariatkan agar dibaca saat melihat sesuatu yang terlihat besar dan agung.

Tujuan melafalkan bacaan takbir saat melihat sesuatu yang luar biasa agar hati manusia tidak membesarkan atau mengagungkan yang lain, kecuali hanya Allah SWT yang Maha Besar.

Selain itu Takbir menjadi salah satu kalimat yang dicintai Allah Swt. Rasulullah Saw bersabda dalam sebuah hadits yang bersanad dari Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu, yang artinya:

“Ada empat kalimat yang paling dicintai Allah Swt, yaitu Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, dan Allahu akbar. Kamu mulai dengan kalimat manapun, tidak jadi masalah.” -HR. Muslim 2137-

Secara rinci dibawah ini beberapa waktu mengucap Takbir :

  1. Takbiratul Ihram (Mengangkat tangan) waktu sholat
  2. Zikir Takbir setelah sholat
  3. Hari Raya Idul fitri
  4. Hari Raya Idul Adha
  5. Waktu memotong hewan kurban
  6. Waktu membela kebenaran
  7. Waktu melihat kuasanya Allah Swt
  8. Waktu mengumandangkan Adzan
  9. Waktu mengumandangkan Iqomah
  10. Waktu berada di medan perang
  11. Waktu zenajah dan mengiringi jenazah

Maka dari berbagai uraian diatas, sudah sepantasnya sebagai seorang muslim sangat dianjurkan untuk melafalkan takbir dalam setiap waktu dan dijadikan sebuah dzikir.

Keutamaan Membaca Takbir

Setelah mengetahui arti kalimat Allahu Akbar dan kedudukan serta waktu pelafalan, dibawah ini kami tulisan beberapa keutamaan melantunkan takbir.

Berikut keutamaan membaca Takbir :

Meningkatkan Keimanan, ketaqwaan, ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah dalam bentuk apapun.

  1. Mendapatkan pahala, berkah dan rezeki dari tempat yang tidak terduga sebelumnya.
  2. Mencegah datangnya keburukan atau kejahatan yang terlihat maupun yang tidak terlihat.
  3. Mengandung pertolongan karena Allah Swt maha kuat dari berbagai sifat jahat baik dari manusia atau makhluk lain.
  4. Membuka kesadaran hati akan pentingnya pertolongan Allah SWT, karena tidak ada kekuatan yang melebihi dari kekuatan-Nya.
  5. Mendapatkan ketenangan pikiran, perasaan buruk yang mengarah kepada fitnah dan dosa.
  6. Meningkatkan rasa ukhuwah kepada sesama muslim.
  7. Mendapatkan kasih sayang dari Allah Swt
  8. Mendapatkan kebaikan dari allah Swt, dan semua makhluk-Nya.
  9. Dimudahkan menghadapi sakaratul maut
  10. Wajahnya bercahaya saat di hari akhirat kelak.
  11. Terhindar dari perbuatan keji dan mungkar.
  12. Meredakan api dalam musibah kebakaran yang meluap luap.

Baiklah demikian yang bisa kami sampaikan diatas tentang takbir atau kalimat Allahu Akbar, semoga sahabat – sahabat bisa paham dan bisa mengamalkan. Bagaimanapun tulisan ini masih jauh dari kata sempurna, kami masih membutuhkan saran dan masukan dari pembaca melalui kontak di blog ini.

Takbir Idul Adha – Saat merayakan hari raya Idul Adha atau Idul Fitri umat islam disunnahkan untuk mengumandangkan takbir.

Dalam mengumandangkan Takbir Idul Adha atau Idul Fitri sebaiknya dilantunkan dengan suara nyaring bagi laki-laki, sedangkan bagi perempuan dengan suara lebih pelan.

Kalimat Takbir Idul Adha atau Idul Fitri menjadi sunnah dikumandangkan saat sudah memasuki waktu maghrib (malam) sebelum hari raya Idul Adha atau Idul fitri.

Adapun Bacaan Takbir Idul Adha dan Idul Fitri yang benar ada tiga jenis, yang sudah kami rangkum dibawah ini:

1. Takbir Singkat

Menurut Imam An-Nawawi dalam kitabnya Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab menjelaskan bacaan takbir versi singkat ini dibaca sebanyak tiga kali pada Hari Raya Idul adha dan Idul Fitri.

Adapun bacaan takbir singkat sebagai berikut:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَر

(Allāhu akbar 3x).

Artinya :Allah maha besar 3x

2. Takbir Yang Biasa Dibaca Masyarakat

Masih menurut Imam An-Nawawi, ada takbir yang biasa dibaca oleh masyarakat, karena tabir ini yang paling sering dikumandangkan saat hari raya.

Bacaan takbir Idul Adha dan Idul Fitri :

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Latin : Allāhu akbar 3x, Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.

Artinya: ”Allah maha besar 3x, Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar. Segala puji bagi-Nya”

3. Takbir Versi Panjang (Takbir + Dzikir)

Imam Muslim mengatakan bahwa Rasulullah saw menambahkan saat mengumandangkan takbir di bukit Shafa menambahkan sebuah bacaan dzikir sebagai berikut.

للهُ اكبَرْ, اللهُ اكبَرْ اللهُ اكبَرْ لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُوَِللهِ الحَمْد

اللهُ اكبَرْ كبيْرًا والحَمدُ للهِ كثِيرًا وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً واَصِيلا

لااله اِلااللهُ ولانعْبدُ الاإيّاه، مُخلِصِينَ لَه الدّ يْن

وَلَو كَرِهَ الكَا فِرُون، وَلَو كرِهَ المُنَافِقوْن، وَلَوكرِهَ المُشْرِكوْن

لاالهَ اِلا اللهَ وَحدَه، صَدَق ُوَعْدَه، وَنَصَرَ عبْدَه وَأعَزّجُندَهُ وَهَزَمَ الاحْزَابَ وَاحْدَه،

لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر، اللهُ اكبَرُ وَِللهِ الحَمْ

Latin: Allāhu akbar 3x, Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.

Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā,

lā ilāha illallāhu wa lā na‘budu illā iyyāhu mukhlishīna lahud dīna

wa lau karihal kāfirūn, walau karihal munafiqun, walau karihal musyrikun.

lā ilāha illallāhu wahdah, shadaqa wa‘dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzāba wahdah, lā ilāha illallāhu wallāhu akbar.

Artinya: Allah maha besar. Segala puji yang banyak bagi Allah. Maha suci Allah pagi dan sore. Tiada tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, memurnikan bagi-Nya sebuah agama meski orang kafir tidak menyukainya. Tiada tuhan selain Allah yang esa, yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya, dan sendiri memporak-porandakan pasukan musuh. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar.”

Waktu Membaca Takbir

Menurut Syekh Abu Abdillah Muhammad ibn Qasim as-Syafi’i dalam kitab Fathul Qarib al-Mujib menyebut waktu membaca takbir dalam momentum hari raya terbagi kedalam dua dua macam, sebagai berikut:

1. Takbir Mursal

Adapun Takbir Mursal adalah takbir yang dibaca sejak terbenamnya matahari saat malam hari raya, sampai imam melakukan takbiratul ihram saat mendirikan shalat Id, baik Idul Adha atau Idul Fitri.

2. Takbir Muqayyad

Adapun Takbir Muqayyad adalah takbir yang khusus dikumandangkan saat hari raya Idul Adha yang dibacakan setelah melaksanakan sholat, baik shalat fardhu maupun shalat sunnah.

Lebih jelasnya Takbir Muqayyad dibaca setelah shalat subuh pada hari Arafah atau tanggal 9 Dzulhijjah dan selesai setelah ashar pada hari tasyriq terakhir atau tanggal 13 Dzulhijjah (Selama 5 Hari).

Demikian bacaan takbiran Idul Adha dan Idul Fitri semoga membantu dan bermanfaat.

Allahu Akbar Kabiro – Membaca Allahu Akbar Kabiro (Doa Iftitah) dalam ibadah shalat merupakan salah satu sunah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah Saw.

Adapun doa iftitah dibaca sebelum membaca surat Al Fatihah atau setelah takbiratul ihram (mengangkat tangan).

Berdasar pada Kitab karangan Imam an-Nawawi yaitu Kitab Al-Adzkar dijelaskan, bagi setiap muslim yang mendirikan shalat setelah takbiratul Ihram hendaknya membaca :

اللهُ أَكْبَر كَبِيرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهُ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً

“Allahu akbar kabiro, walhamdulillahi katsiro, wasubhanallohi bukrotaw waashila”

Artinya:

“Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah sepanjang pagi dan petang”

Maka sudah seharusnya seorang muslim mengetahui dan menghafalkan bacaan doa iftitah yang diawali Allahu Akbar Kabiro yang sudah saya tulis di bawah ini.

Bacaan Allahu Akbar Kabiro Versi Lengkap Beserta Latin dan Artinya

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا

اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ

لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Versi Latin: Allaahu akbar Kabiroo Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa Ashiilaa,


Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fathoros Samaawaati Wal Ardho Haniifan Musliman Wa Maa Anaa Minal Musyrikiin.

Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina

Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.

Artinya: “Allah maha besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak.

Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya.

Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya.

Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim (Orang-orang yang berserah diri)”

Kemudian Imam besar an-Nawawi dalam kitabnya juga mengatakan terdapat banyak hadits yang menjelaskan bacaan yang diajarkan Rasulullah SAW. seperti hadits dari Aisyah R.A.

Setelah selesai membaca doa iftitah, maka Rasulullah SAW membaca :

اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرَكَ

Artinya: “Maha Suci Engkau ya Allah, dan aku memuji-Mu, dengan kesucian namaMu, Maha Agung kebesaran-Mu, tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Engkau.” (HR Abu Dawud & Ibnu Majah, dianggap shahih oleh Ibnu Khuzaimah)

Syarat Membaca Doa Iftitah

Ada 4 syarat yang harus diperhatikan dalam membaca doa Iftitah Allahu Akbar Kabiro dalam sholat yaitu :

Bukan Sholat Jenazah

Membaca doa Iftitah memang sangat dianjurkan dalam sholat, namun kecuali sholat jenazah.

Baik sholat jenazah secara langsung atau sholat jenazah secara gaib, keduanya tidak disunnahkan untuk membaca doa Iftitah.

Waktu Sholat Masih Mencukupi

Ketika masih memiliki banyak waktu untuk mendirikan sholat, maka lebih baik kita membaca doa iftitah setelah takbiratul ihram.

Namun apabila waktu shalat akan segera habis, maka tidak usah membaca doa iftitah melainkan utamakan rukun sholatnya saja.

Tidak Ketinggalan Membaca Sebagian Surat Al-Fatihah

Ketika kita sedang menjadi makmum masih memiliki waktu panjang untuk membaca doa iftitah dan surat Al-Fatihah sebelum imam rukuk maka bacalah.

Namun apabila dengan membaca doa iftitah kita kehilangan sebagian surat Al-Fatihah, karena imam sudah rukuk, dan kita masih belum selesai membaca Al – Fatihah.maka tinggalkanlah.

Tidak Menemukan Imam Dalam Posisi Lain

Sebagai makmum saat ketinggalan sholat dan menemukan imama dalam posisi selain berdiri, maka kita diharuskan untuk mengikuti posisi imam.

Dalam posisi tersebut (selain berdiri) kita tidak dianjurkan membaca doa Iftitah, karena tidak menjadi sunnah lagi, melainkan yang lebih utama adalah mengikuti gerakan imam.

Demikian 4 syarat dalam membaca doa iftitah yang disunahkan dalam shalat. Perlu diperhatikan pahala sunnah membaca doa iftitah akan batal apabila didahului dengan kalimat lain.

Hal tersebut dijelaskan oleh Imam nawawi bahwasanya membaca hal lain setelah takbiratul ihram maka dapat menghilangkan kesunnahan doa iftitah.

Mungkin cukup tulisan kali ini, tentang doa iftitah, semoga bisa bermanfaat.
Puasa Ramadhan – Sudah menjadi kewajiban bagi umat muslim saat menjalankan ibadah puasa ramadhan untuk mengetahui Adab, Doa Berbuka Puasa Ramadhan dan Sunnah – Sunnahnya.

Ramadhan adalah bulan yang dipercayai sebagai bulan suci bagi umat muslim di seluruh dunia, dimana mereka menjalankan puasa, beribadah, dan mengevaluasi diri.

Puasa adalah ibadah yang dilakukan dengan cara menahan diri dari rasa lapar untuk makan, dahaga untuk minum, serta melakukan hal-hal lainnya yang dapat membatalkan puasa.

Tujuan berpuasa untuk membiasakan diri dalam mengendalikan hawa nafsu, meningkatkan ketaqwaan, dan meningkatkan kesadaran terhadap orang lain yang kurang beruntung.

Selain itu, puasa juga dapat bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan memperkuat daya tahan tubuh.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai adab, doa berbuka puasa ramadhan dan Sunnah- Sunnahnya.

lebih jelasnya, yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Doa Berbuka Puasa Ramadhan dan Waktunya

Saat berbuka adalah waktu yang paling ditunggu-tunggu seorang muslim ketika berpuasa, karena saat berbuka menjadi momen yang penuh kebahagiaan dan rasa lega setelah menahan lapar dan dahaga seharian penuh.

Dalam Islam, berdoa merupakan suatu amalan yang dilakukan bukan hanya untuk memohon pada yang kuasa, tapi juga untuk mengawali kegiatan.

Adapun waktu membaca Doa Berbuka Puasa Ramadhan urutannya adalah menunggu adzan berkumandang, lalu ucapkan bismillah dan batalkan puasa dengan meminum air atau makanan ringan.

Setelah membatalkan puasa baru membaca atau melafalkan doa berbuka puasa ramadhan seperti dibawah ini

Doa Berbuka Puasa Ramadhan 1

بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar rahimin.

Artinya : Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, dan atas rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.

Doa Berbuka Puasa Ramadhan 2

بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا، اَللَّهُمَّ تَقَبَّل مِنَّا، اِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيمُ

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Allahumma Laka Shumna wa ala Rizqika Aftharna, Allahumma Taqabbal Minna Innaka Antas Samiul ‘Alim

Artinya :Ya Allah , untuk-Mu atau karena-Mu kami berpuasa, atas rezeki-Mu kami berbuka, maka terimalah (puasa) kami. Sesungguhnya, Engkau zat Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.

Doa Berbuka Puasa Ramadhan 3

بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

اَللَّهُمَّ إنِّي أَسْألُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ، أنْ تَغْفِرَ لِيْ

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Allahumma inni as-aluka bi rohmatikal latii wasi’at kulla syaian an taghfiroli

Artinya : Ya Allah, sungguh aku meminta kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang mencakup segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku.

Doa Berbuka Puasa Ramadhan 4

بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah

Artinya : Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah pasti ganjaran, dengan kehendak Allah Ta’ala.

Membaca doa berbuka puasa merupakan salah satu anjuran bagi umat Islam yang sedang menjalankan ibadah tersebut, karena doa termasuk ungkapan syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Adab Berbuka Puasa Ramadhan

Adab ketika berbuka puasa merupakan tata cara serta sikap yang baik yang sesuai dengan ajaran agama Islam ketika berbuka puasa.

Pengetahuan dan pemahaman tentang adab tidak kalah penting dibandingkan doa berbuka puasa Ramadhan.

Hal itu karena, setiap umat muslim perlu dan harus memiliki adab yang baik ketika mengerjakan segala sesuatu, sebab adab mencerminkan keimanan kepada Allah SWT.

Berikut adalah beberapa adab berdoa saat berbuka puasa ramadhan:

1. Memperbanyak Berdoa

Ketika menjelang berbuka puasa menjadi salah satu waktu yang mustajab yang artinya waktu tersebut merupakan waktu terbaik untuk terkabulnya doa-doa.

Maka dari itu kita dianjurkan untuk memperbanyak berdoa kepada Allah SWT ketika menjelang berbuka puasa.

2. Menyegerakan Berbuka

Saat berpuasa kita dianjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa, yakni setelah terbenamnya matahari dan mendengar kumandang adzan.

Meskipun dalam kondisi dalam perjalanan sekalipun kita tetap dianjurkan untuk menyegerakan berbuka bukan malah mengulur-ngulur waktu.

3. Berbuka Dengan Kurma

Berbuka puasa dengan kurma menjadi salah satu amalan yang disunnahkan dan mengikuti contoh dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Hal tersebut sesuai dengan hadits berikut:

“Dari Anas bin Malik, ia berkata : Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma basah),  jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air” (HR. Abu Dawud).

4. Tidak Makan Berlebihan

Kita dianjurkan supaya tidak memburu makan secara berlebihan sehingga membebani perut setelah berpuasa sehari penuh.

Maka dari itu kita dianjurkan untuk memakan makanan yang secukupnya supaya dapat melaksanakan sholat wajib maupun tarawih dengan nyaman.

5. Berbagi Dengan Orang Lain

Selama bulan Ramadhan kita juga dianjurkan untuk banyak berbagi dengan orang lain. Anda bisa membagikan makanan anda dengan orang lain yang membutuhkan, terutama dengan fakir miskin.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa besarnya pahala memberi makan orang yang berpuasa adalah setara dengan puasa itu sendiri.

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192)

Dengan mematuhi adab-adab diatas, kita akan mampu menikmati saat-saat berbuka puasa dengan lebih baik dan sesuai dengan ajaran  agama Islam.

Semoga Allah senantiasa memudahkan kita dalam melaksanakan ibadah puasa selama bulan Ramadhan tahun ini. Aamiin.

Sunnah Berbuka Puasa Ramadhan 

Selain mengucapkan doa sebelum berbuka puasa ramadhan, ada beberapa sunnah ketika berbuka puasa yang bisa menjadi penyempurna selama menjalankan ibadah puasa, diantaranya:

  1. Menyegerakan berbuka puasa.
  2. Memakan kurma dalam jumlah ganjil.
  3. Memakan kurma sesuai dengan adab, yaitu dengan mengeluarkan bijinya di punggung dari dua jari yaitu jari tengah dan jari telunjuk.
  4. Memperbanyak doa ketika berpuasa.
  5. Membatalkan puasa dengan minuman yang manis.
  6. Memperbanyak berbagi makanan pada sesama Muslim yang berpuasa.

Doa berbuka puasa Ramadhan merupakan bentuk pengakuan dan pengabdian kepada Allah SWT. Momen ini tentunya merupakan kesempatan untuk kita supaya menjadi lebih baik dan lebih dekat dengan-Nya.

Itulah tadi pembahasan tentang adab, doa berbuka puasa ramadhan serta Sunnahnya. Sekian penyampaian dari kami, semoga bermanfaat.

Semoga kita senantiasa bersemangat dalam berpuasa maupun dalam melakukan amalan baik selama bulan Ramadhan tahun ini.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.